Antara Sabar dan Mengeluh…
Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Di waktu thawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.
<p align=”justify”>“Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati.”
Baca selebihnya »
Tekad, Awas kau!

Ketika benakmu terbujuk tipu raya sang Tekad
Berjalan di atas kerikil-kerikil tajam, disertai hembusan angin yang meniupkan pasir, kucoba bertahan di tengah kondisi ini. Dengan bersenjatakan tekad, agaknya masih terlalu berat untuk melewati semuanya. Duri-duri yang bertaburan menembus dengan pasti sandal karet yang kupakai. Tetes demi tetes darah keluar dan mewarnai sandalku dengan warna buah saga.
Mencoba berlagak kuat, namun raga hampir tumbang. Tekad? Hanya karena tekad aku harus menahan penderitaan yang menyedihkan seperti ini? Apa karena tekad, aku harus mengorbankan nyawaku? Tekad sialan! Jika aku tahu kau hanya akan menyusahkanku, lebih baik aku tak pernah memilikimu!! Namun, karena tekad itulah aku menjadi kuat. Ia telah memberiku kekuatan untuk bertahan. Aku merasa beruntung sekaligus menyesal memilikimu, wahai sang Tekad!
WAKTU YANG TERLUPA….
Tulisan ini merupakan sebuah artikel yang ditulis oleh seorang Ulama besar di kawasan Mampang Prapatan. Semoga kiranya tulisan ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Amien..Allahumma Amien…
1 Hari = 24 jam
satu tahun…?
12 bulan
52 minggu
365 hari
8760 jam
525600 menit
31536000 detik
Distribusi Normal manusia meninggal dunia (dalam tahun)
< 60 tahun | 60 – 70 tahun | > 70 tahun
Rata-rata manusia meninggal dunia antaa usia 60 – 70 tahun (mayoritas)
Dirata-ratakan menjadi 65 tahun.
Malam Tahun Baru
Di hadapan kita beberapa hari yang akan datang adalah malam tahun baru 2009, dimana seluruh penduduk bumi memeriahkan malam 1 januari itu dengan semarak, tak kalah penduduk Ibukota Negara Muslimin terbesar dimuka bumi ini, ribuan muslimin ummat Muhammad saw keluar dari rumah mereka untuk merayakan malam tahun baru, menyiapkan uang yang cukup untuk bergembira, padahal uang yang mereka miliki itu setiap peser nya akan ia pertanggungjawabkan dihadapan Allah, mereka memadati jalanan hingga tak pernah ibukota mengalami kemacetan di malam hari seperti kemacetan malam tahun baru, entah apa yang menggembirakan mereka hingga mereka bertahan dan bersabar mengalami kemacetan yang begitu dahsyat, barangkali mereka memperebutkan sorga?, atau mereka berebutan pembagian rumah atau uang ratusan juta rupiah?, ternyata tidak, mereka hanya merayakan hari tahun baru orang Nasrani belaka, yang tak membawa faedah apa-apa bagi mereka, tak membawa keuntungan apa-apa di dunia dan di akhirat, ummat Muhammad saw berjejal memadati jalan raya membawa istrinya, anak-anaknya, keluarganya, teman-temannya, dan menyiapkan terompet terompet demi meramaikan hari nasrani ini.

